Kamis, 09 Juni 2016

Senja Pudar

sang surya mulai merengkuh
bersama angan yang begitu saja berlalu
membuat hati semaki layu
membuat mata semakin sendu
ijinkan ku tuk terus merindu
meski rinduku takkan pernah berujung
seperti ombak yang terus berlagu
berirama menyusuri laut biru
tak ada halnya seperti hatiku,
berlaun -laun pilu

ya...

sabda cintaku tak lagi berarti
saat yang kusanjung tak lagi
memiliki bahasa qolbu


buah pensil dimeja putih,
milik "tri ajeng wahyu hasanah"
terimakasih telah membuat puisi ini, sangat menginspirasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar