Jumat, 17 Juni 2016

Coppelia

Pernahkah kamu coba bicara dengan purnama di balik gulitanya malam?
Ia menatapmyu dengan sepi.
Seolah hanya dirinya yang sanggup mengerti kamu.
Pandangan matamu hanya tertuju padanya.
Tak tersilaukan bintang berserakan, seakan menjanjikan mimpi untuk kamu kejar.
Matamu terpusat pada pucat sinarnya.
Kesendirian mencolok, kesedihan tak terperikan.
Kamu tahu sendirian di dunia ini.
Tak memiliki siapapun.
Kosong.
Tak ada siapapun untuk kamu rindukan.
Apalagi mereka yang jauh disana.
Adakah yang lebih mengerikan dari sepi itu?

Kau tahu sedang tersesat.
Terlalu jauh hingga jalan untuk kembali tak lagi jadi pilihan.
Seberapa jauh lagi kamu berlari?
Tak ada kedamaian yang abadi.
Berhentilah.

Karena terkadang kamu harus bejudi dengan pilihan.

- Coppelia
I am the Queen of Mediorce
Running away is my best talent and achievement

novel karya Novellina. A

Kamis, 09 Juni 2016

Senja Pudar

sang surya mulai merengkuh
bersama angan yang begitu saja berlalu
membuat hati semaki layu
membuat mata semakin sendu
ijinkan ku tuk terus merindu
meski rinduku takkan pernah berujung
seperti ombak yang terus berlagu
berirama menyusuri laut biru
tak ada halnya seperti hatiku,
berlaun -laun pilu

ya...

sabda cintaku tak lagi berarti
saat yang kusanjung tak lagi
memiliki bahasa qolbu


buah pensil dimeja putih,
milik "tri ajeng wahyu hasanah"
terimakasih telah membuat puisi ini, sangat menginspirasi.