Rabu, 04 November 2015

Proof of Heaven

Ketika Memulai Esok Tanpaku

ketika memulai esok tanpaku,
dan aku tidak bisa melihat disana,
bila mentari terbit dan mendapati matamu
dipenuhi air mata untukku,
sungguh kuberharap kau tak menangis.
seperti hari ini,
selagi memikirkan banyaknya kata,
yang belum sempat kita bagi.
ku tahu betapa kau mencintaiku,
layaknya aku mencintaimu.
dan setiap kali kau memikirkanku,
ku tahu kau juga merindukanku,
tapi ketika memulai esok tanpaku,
kumohon cobalah mengerti,
salau seorang malaikat datang memanggil namaku,
dan menggandeng tangan ini,
lalu berkata tempatku sudah siap,
nun jauh di atas, dalam surga
dan harus kutinggalkan 
semua yang amat kucinta.
tapi saat ku beranjak pergi,
menitiklah air mata ini
seumur hidup aku selalu berpikir,
aku tidak mau mati.
begitu banyak yang ingin kuperbuat dalam hidup,
begitu banyak yang belum kulakukan,
rasanya nyaris mustahil,
kalau kau kutinggalkan.

kuingat semua hari yang telah lalu,
yang menyenangkan maupun menyedihkan
mengingat semua cinta yang kita bagikan,
dan seluruh kegembiraan yang kita rasakan.
andai ku bisa mengulang hari kemarin, 
meski hanya sekejap saja,
akan kuucap selamat tinggal lalu menciummu
mungkin bisa melihatmu tersenyum.
kemudian kusadari sepenuhnya
kalau ini takkan terjadi
karena kehampaan dan kenangan,
akan menggantikan tempatku
dan saat kuingat hal-hal duniawi
yang akan kurindukan esok hari
ku teringat kepadamu yang setelah itu
hatiku pun terasa nyeri
namun, tatkala aku melewati gerbang surga
aku merasa seperti di rumah
begitu Tuhan memandangku dan tersenyum kepadaku
dari singgasana emasnya yang megah,
ia berkata, "inilah kekekalan."
"dan semua yang telah Ku-janjikan kepadamu.
hari ini hidupmu di bumi berakhir
tapi di sini dimulai hidup yang baru.
aku tidak menjanjikan hari esok,
tapi hari ini akan selalu bertahan,
dan karena setiap hari serupa,
masa lalu tak perlu dirindukan.
kau sangat beriman,
sangat percaya dan sangat jujur.
meski terkadang
kau melakukan perbuatan 
yang kau tahu tak boleh kau lakukan
namun kau sudah diampuni
dan akhirnya kau bebas."
tak inginkah kau mendekat dan menggenggam tanganku
lalu berbagi kehidupan bersamaku?
maka ketika memulai esok tanpaku,
jangan pikir jarak kita juah adanya,
karena kalau kau memikirkan ku saja,
di sini, di hatimu, aku ada.